Deskripsi

Terakhir di update 25 Juli 2018, 14:52

Dompet ini terbuat dari kombinasi kain tenun dan bahan kulit sintetis. Kain tenun bermotif akar uwi dibuat oleh ibu-ibu penenun, perempuan akar rumput pelestari tradisi yang tinggal di daerah kecamatan kapuas hulu kalimantan barat. Proses menenun yang membutuhkan waktu yang panjang dari mulai penyiapan bahan pewarna alami yang di dapat dari lingkungan sekitarnya kemudian proses pewarnaan benang dan proses menenun. Waktu yang dibutuhkan tergantung dari ukuran kain tenun dan aktivitas ibu-ibu penenun. Selain menenun, ibu-ibu penenun juga bertani, mereka menghabiskan waktunya sehari dengan bertani. Proses menenun akan tertunda apabila musim panen tiba, karena menurut tradisi mereka menenun menjadi pantangan untuk dilakukan apabila musim panen telah tiba.

Komentar
Anda harus login terlebih dahulu untuk memberikan komentar.

Ulasan
Belum ada ulasan.
Produk Tenun Perempuan Usaha Kecil , Makasar, Jakarta Timur
Terakhir Login 10 September 2018, 14:53

Dompet Tenun

Produk ini sudah terjual sebanyak 0 unit

Bagikan:

Rp. 90.000

Jumlah Barang :
Tambahkan sebagai Barang Favorit

Layanan dan Pengiriman
Estimasi Pengiriman

Bisa dikirim ke: Seluruh Indonesia

Dukungan Pengiriman
Jalur Nugraha Ekakurir
JNE
Citra Van Titipan Kilat
TIKI
Pos Indonesia
POS
J&T Express
JNT

Produk Lainya dari Toko ini
Terdapat 28 Produk lainya

Cek Kebijakan Toko Butuh Bantuan?

*Laporkan barang/toko, jika terjadi permasalahan


Produk Rekomendasi


Dompet Tenun

Dompet Tenun

Rp. 90.000


Dilihat :
179 Orang
Disukai :
0 Orang
Terjual :
0 Unit
Diskusi :
0 Orang
Bagikan :


Produk Tenun Perempuan Usaha Kecil

Makasar, Jakarta Timur

Terakhir Login 10-Sep-2018 14:53

Deskripsi
25-Jul-2018 14:52

Dompet ini terbuat dari kombinasi kain tenun dan bahan kulit sintetis. Kain tenun bermotif akar uwi dibuat oleh ibu-ibu penenun, perempuan akar rumput pelestari tradisi yang tinggal di daerah kecamatan kapuas hulu kalimantan barat. Proses menenun yang membutuhkan waktu yang panjang dari mulai penyiapan bahan pewarna alami yang di dapat dari lingkungan sekitarnya kemudian proses pewarnaan benang dan proses menenun. Waktu yang dibutuhkan tergantung dari ukuran kain tenun dan aktivitas ibu-ibu penenun. Selain menenun, ibu-ibu penenun juga bertani, mereka menghabiskan waktunya sehari dengan bertani. Proses menenun akan tertunda apabila musim panen tiba, karena menurut tradisi mereka menenun menjadi pantangan untuk dilakukan apabila musim panen telah tiba.